Silakan Kunjungi My Tumblr
Filed under Desni's World by amar_yaa on 22-02-2011
Ayo silakan kunjungi Tumblr pribadi saya di bocahperiang.tumblr.com atau environmentalistlife.tumblr.com
Terimakasih..
SUN RISES | The lights on the window is shiny, show my spirit to become a Cheerful Girl.SUN RISESThe lights on the window is shiny, show my spirit to become a Cheerful Girl. Silakan Kunjungi My TumblrFiled under Desni's World by amar_yaa on 22-02-2011Ayo silakan kunjungi Tumblr pribadi saya di bocahperiang.tumblr.com atau environmentalistlife.tumblr.com Terimakasih.. Joo..Aku Mau Cerita!Filed under Learning by amar_yaa on 05-01-2011Hhaaha..sudah lama ga panggil blog ini Ajjoo! Sebenernya blog ini ga punya nama, yang jelas ya tumblr.com. hhaha Tapi berhubung buku diariku waktu SMP ada gambar-gambar dan tulisannya ‘Ajjoo’, jadi aja panggilan deh. Hari ini aku ujian Rancangan Percobaan, model-modelnya sih kayak statistika gitu.. Tapi ya itu ngerjainnya caranya puanjang dan hitungannya beuuuuuuuuuuhhh.. walaupun mungkin ga seribet akuntansi tapi tetep aja bagi diriku pusing.. harus tambah ini sama ini tambah lagi dan lagi dan lagi teus dikuadratin ditambah lagi kuadratin terus diakarin. Dan akhirnya diakalin! *engga deng! Dari ke 4 soal hitungan dan 2 soal essay pendek, ga diisi satu nomor yaitu nomor satu. Udah langsung lewat aja ngeliat kata kunci yang ga familiar sama materi yang udah di scan di otak. Ya, tapi lumayan alhamdulillah merasa bisa dan semoga nilainya juga optimal walaupun ga berharap banyak, biasa aja..Soalnya emang ni mata kuliah yang paling diandalkan untuk jadi waktu ngerjain laporan, bolos, dan ngerjain yang lain. Soalnya pelajaran yang lain pada lebih serius materinyaa. Sedangkan INI?? Bapaknya ngebacain teks di Microsoft Word yang itu sama banget sama yang udah kita kopi dan jadinya beginilaah. Alhamdulillah kerja kelompok ngerjain soal-soal sama temen-temen kemarin itu menyenangkan.. Terimakasih teman-teman telah mengajarikuu! Besok-besok masih ada 4 ujian yang dimulai 5 hari lagi, setelah 2 ujian telah kuhadapi hari ini dan kemarin. Tetap semangat amar! Amar..amar! AmarDesni! Klasifikasi Tiga Domain: Archaea, Bacteria, EukaryaFiled under Learning by amar_yaa on 12-12-2010 ARCHAEA Daftar Pustaka Asam NukleatFiled under Learning by amar_yaa on 09-12-2010Asam nukleat adalah suatu polimer yang terdiri dari banyak molekul nukleotida. Ada dua macam asam nukleat yaitu RNA dan DNA. Nukleotida RNA dan DNA terdiri dari tiga komponen, yaitu pentosa, gugus fosfat, dan basa nitrogen. Pada RNA pentosanya merupakan ribosa, sedangkan pada DNA adalah deoksiribosa Poedjiadji, 2006). Fungsi dari DNA merupakan komposisi penyusun gen, berbentuk heliks ganda yang merupakan materi di dalam sel sebagai pembawa sifat pada keturunan, dan berisi instruksi untuk membuat semua protein tubuh. Fungsi RNA adalah berpartisipasi dalam proses pembentukan asam amino menjadi polipeptida. Struktur asam nukleat secara umum telah disebutkan sebelumnya, terdiri dari pentosa, gugus fosfat dan basa nitrogen (Solomon, 2008). Asam nukleat pertama kali ditemukan tahun 1868 oleh ahli biokimia berkebangsaan Swiss, Friedrich Miescher (1844-1895). Dia menemukan asam nukleat saat mengisolasi sel yang berisi nitrogen dan fosfor pada nanah. Dia berpikir bahwa itu menjadi fosfor -inti kaya protein dan dinamailah Nuclein. (Khanna, 2008) Setelah itu, Albrecht Kossel (ahli biokimia dari Jerman) menemukan protein pada asam nukleat dan mengisolasi dua purin dan tiga pirimidin di tahun 1880. Kemudian, ahli biokimia dari Amerika Serikat yang belajar dengan Kossel berhasil mengidentifikasi dua karbohidrat penyusun asam nukleat (deoksiribosa thn. 1929 dan ribosa thn.1909). Dan ikatan nukleotida ditemukan oleh Alexander Todd, hh1940an (Khanna, 2008). Pada tahun 1951, James Watson, Francis Crick, dan Maurice Wilkins melakukan penelitian terhadap kromosom dan dapat menemukan bentuk molekul DNA yang sebenarnya. Akhirnya pada tahun 1962, mereka berhasil mendapatkan nobel (Poedjiadji, 2006). Pada eukariot, asam nukleat deoksiribosa terletak di dalam inti sel yang dilapisi oleh membran inti sedangkan asam nukleat pada sel prokariot tidak dilapisi membran inti, hanya berada di area yang disebut area nuclear atau nucleoid. Asam nukleat ribosa terletak sebagian besar (75%) di ribosom dan selebihnya ada di sitoplasma sel. Manfaat asam nukleat adalah dan menyimpan informasi genetik yang akan diekspresikan, dapat mentranskripsi dan membuat protein-protein yang bermanfaat untuk sistem kerja pada tubuh organisme (solomon, 2008). Mekasnisme dalam biosintesis protein melibatkan DNA dan RNA yang terdiri dari beberapa proses: transkripsi, translasi, dan replikasi. Transkripsi adalah tahap pertama pemebentukan molekul RNA, sesuai pesan (kode) yang diberikan oleh DNA. Setelah itu, terjadi proses translasi, yaitu molekul RNA menerjemahkan informasi genetika kedalam proses pembentukan protein. Pada tahap ini, asam amino secara berurutan diikat satu dengan yang lainnya oleh rRNA di ribosom sesuai kode yang diberikan dari DNA. Kemudian, DNA mampu membelah diri dan masing-masing rantai polinukleotida yang berpisah dapat membentuk rantai baru yang merupakan pasangannya. Proses tersebut disebut sebagai replikasi DNA (Poedjiadi, 2006). Panjang pendeknya asam amino terutama mRNA berhubungan dengan panjang pendeknya rantai polipeptida yang akan disusun. Urutan asam amino yang menyusun rantai polipeptida itu sesuai dengan urutan kodon yang terdapat di dalam molekul mRNA yang bersangkutan. Proses isolasi asam nukleat dapat dilakukan dengan menggunakan larutan garan 1M untuk mengekstraksi nukleoprotein. Kemudian, pemisahan protein dan asam nukleat dapat diurai dengan menambah asam lemah atau alkali secra perlahan sehingga menjadi jenuh. Setelah terpisah dari protein yang mengikatnya, asam nukleat dapat diendapkan dengan menambahkan Alkohol secara perlahan , lalu NaCl ditambahkan untuk mengendapkan protein. Proses Isolasi DNA terjadi secara fisik dan kimia. Ekstraksi fisik adalah pemecahan sel dan jaringan dapat menggunakan freeze thawing, homogenasi, atau penggerusan dalam nitrogen cair. Ekstraksi selanjutnya adalah secara kimiawi dengan melakukan pemisahan asam nukleat dari komponen penyusun sel lainnya menggunakan reagen yang mengandung detergen, penambahan NaCl, fenol, dan EDTA. Selanjutnya, penambahan ethanol dingin dilakukan untuk mengisolasi asam nukleat. Dan hasilnya akan terdapat benang DNA yang berwarna putih. Mempelajari Sistematika TumbuhanFiled under 1 by amar_yaa on 27-10-2010Lagi belajar ST, rasanya baca gak masuk, internet manggil2 untuk facebookan, duduk di kasur pengennya tidur. Ampun deh! Ya sudah, akhirnya saya mencoba menulis sambil menghapal si ST di blog ini. Okey. Let start! Dasar-dasar sistematika tumbuhan dasar-dasar sistematika tumbuhan adalah pengenalan tumbuhan (identifikasi), Penggolongan dalam suatu sistem sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan (klasifikasi), penamaan tumbuhan tersebut (tata nama), dan kekerabatan di antara organisme tersebut. sistematika tumbuhan adalah studi ilmiah mengenai jenis-jenis dan keanekaragaman organisme dan tentang setiap atau seluruh hubungan kekerabatan diantara mereka. and the point is sistematika adalah ilmu yang memeplajari tentang keanekaragaman tumbuhan dan kekerabatan diantaranya. Hal-hal yang mendorong keanekaragaman adalah faktor genetik (faktor dalam), dan faktor luar. Hubungan sistematik dengan ilmu lain: morfologi, anatomi, fisiologi, palinologi, embriologi, fitogegrafi, ekologi, paleobotani. (haduh ngerasa lapar nih ditengah menulis tulisan2 ini..) Asas-asas taksonomi tumbuhan Asas-asas ini meliputi klasifikasi->keseragaman sifat-> takson->kategoi. Sejarah perkembangan sistem klasifikasi terdapat empat periode (sistem habitus 4SM-abad17, sistem numerik abad 18, Sistem alam abad 18-tengahabad19, sistem filogenetik 19-skrg). Sistem klasifikasi ada 4 (buatan, alam, filogeni, kontemporer) Kategori itu suatu tingkatan dalam mengelompokkan suatu hal, sedangkan takson itu adalah anggota dari yang dikelompokkan. Karakter dalam taksonomi adalah sifat dan ciri, langsungpada contoh: sifat adalah Alga Lumut Paku Spermatofita Konsep2 kategori 4 takson Klasifikasi tumbuhan kontemporer Perkembangan sistem klasifikasi Identifikasi tumbuhan Tulisan Jaman SMA: Virus Individualisme Menyerang IndonesiaFiled under My Mind's Traveling, My soul by amar_yaa on 20-09-2010Mengapa akhir-akhir ini dan bahkan mungkin setiap tahun ada saja pembahasan kenaikan gaji para petinggi pemerintah? Contohnya ya… kenaikan gaji perwakilan kita di DPR sana. Saya gak ngerti deh! Sebagai anak sekolahan, saya pun heran mengapa aparat pemerintah kalau membiayai bapak-bapak yang duduk di komisi-komisi yang gak jelas itu mampu dan pembiayaannya pun dengan harga yang sangat tinggi, tapi kalau menggratiskan atau ya… minimal menyubsidi (memfasilitasi) sarana prasarana pendidikan gitu aja susah! Para perwakilan kita di DPR begitu nyaman sekali dengan fasilitas rumah beserta isinya yang semuanya sudah menjadi tanggungan pemerintah. Belum lagi gajinya besar, kerja di tempat yang nyaman, dan banyak lagi lah yang rasanya sangat-sangat tidak memikirkan masyarakat yang membuatnya seperti itu. Padahal jika kita lihat masyarakat kebanyakan, kesejahteraannya masih dipertanyakan dan harus terus diperjuangkan. Jadi sepertinya dan memang ada kesenjangan sosial yang muncul dan terus berkembang yang akhirnya menjadi budaya. Mengapa bisa demikian? Karena saat ini, setiap orang terlalu berlebihan untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, apalagi orang yang merasa dirinya mampu dan sangat mampu. Gaji anggota DPR yang terus naik sedangkan kesejahteraan masyarakat masih dipertanyakan dan krisis kepedulian pemerintah itu adalah contoh global (umum)yang merupakan ciri-ciri munculnya virus individualisme. Menurut saya, virus individualisme telah muncul dan menyebar layaknya virus flu burung. Individualisme atau paham (keyakinan) bahwa diri sendiri itu lebih utama dari orang lain (mementingkan diri sendiri ) sedang menyerang rakyat Indonesia dan sayangnya banyak yang tidak menyadari hal itu. Contohnya…ya seperti itu tadi salah satunya adanya kenaikan gaji di kalangan DPR. Saya lumayan sering membaca koran dan rupanya di media massa pun disiratkan bahwa anggota DPR sendiri malah sumringah tanpa beban apapun menerima gaji itu padahal seorang anggota DPR sebagai wakil rakyat seharusnya menyadari bahwa masih banyak masyarakat yang kekurangan dan terjerat kemiskinan. Sayangnya pula hanya beberapa orang di kalangan DPR yang menyadari hal tersebut dan itu pun tidak bisa berbuat apa-apa. Kasus di atas hanya contoh individualisme secara nasional dan sebenarnya banyak kasus lain yang apabila dianalisis terdapat data dan fakta adanya paham individualisme di Indonesia saat ini. Dalam kehidupan bermasyarakat kita coba ambil satu kasus, yaitu jika ada keluarga yang sedang mempunyai banyak makanan di rumahnya dan berlebih, apakah ada kepedulian terhadap tetangga? Nenek saya pernah bercerita tentang kehidupan masa lalunya. Dahulu jika beliau memasak makanan yang cukup banyak, beliau tidak segan untuk membagikan makanannya kepada tetangga di dekat rumahnya, begitu pun tetangganya. Mereka saling membagi- bagi makanannya dan juga tidak ada rasa sombong diantara mereka, apalagi pelit-pelitan. Rumah-rumah mereka pun terbuka untuk menerima kehadiran tamu/tetangga lain. Keramahan dibarengi kelapangan hati membuat lingkungan masyarakat mereka damai dan tentram. Bisa dibandingkan dengan sekarang. Banyak rumah mewah yang pagarnya tinggi-tinggi yang menjadikan hal itu berefek kepada tumbuhnya adat dan budaya masyarakat yang kurang baik. Karena bayangkan saja, misalnya di lingkungan perumahan mewah, penghuni di perumahan tersebut pastinya sangat sibuk dan sosialisasi dengan tetangganya pun sangat minim, sehingga rasa kebersamaan tidak ada. Jika kesehariannya seperti itu, maka akan terbentuk sifat egois dan sifat itulah yang merupakan akar dari individualisme. Kemudian juga, di perumahan tesebut pastinya tidak ada kerja bakti dan mungkin di lingkungan lainnya pun jarang diadakan. Padahal acara kerja bakti itu berfungsi untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling tolong menolong. Karena, menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas itu sebenarnya dimulai dari lingkungan yang kecil, lingkungan bertetangga salah satunya. Individualisme pun mulai menyerang anak-anak muda terutama di lingkungan sekolah. Salah satunya yaitu pada saat Proses Belajar Mengajar (PBM) berlangsung, persaingan diantara para murid pun sangat terasa. Suka ada murid yang jika ditanya oleh temannya tentang pelajaran yang dirasa sukar, murid itu tidak mau memberi tahu, padahal sebenarnya si murid itu bisa menjawabnya. Mengapa dia begitu? Karena takut temannya itu melebihi dia dan dia takut tersaingi. Nah hal itu memang sering terjadi di lingkungan anak sekolah. Dan menurut saya, hal tersebut akan memunculkan sifat egois dalam diri, jadi merasa diri bisa melakukannya sendiri. Padahalkan tidak seperti itu. Dalam hal itu, sebenarnya pemenuhan kebutuhan diri sendiri itu memang perlu dan harus, tetapi jangan sampai terlalu berlebih sehingga keegoisan menjalar dalam diri dan lupa tehadap orang lain dan lingkungan di sekitar kita. Karena setiap manusia dimanapun dia berada, tidak dapat memenuhi semua kebutuhannya sendiri. Iya kan? Yap! Dari berbagai macam segi kehidupan yang dipaparkan. Individualisme benar-benar sedang menyebar, maka dari itu harus disadari oleh kita semua bahwa jangan sampai hal tersebut menjadi budaya kita, karena ciri orang Indonesia yang sebenarnya yaitu mempunyai sifat ramah tamah dan memiliki solidaritas yang tinggi. Dan berarti masyarakat Indonesia termasuk kita semua harus berupaya keras agar ciri kita sebagai warga Indonesia tidak menghilang begitu saja. Dan sebaiknya jangan buat rumah superbesar yang pagarnya tinggi-tinggi! Tulisan Jaman Kuliah: Negara Indonesia, Negara Individualis?Filed under My Mind's Traveling, My soul by amar_yaa on 20-09-2010Mengapa akhir-akhir ini dan bahkan setiap tahun ada saja pembahasan kenaikan gaji para petinggi pemerintah? Atau diadakannya pembangunan gedung-gedung pemerintahan yang belum terlihat bahkan tidak ada jejak akan roboh atau runtuh seperti bangunan sekolah dasar di pedesaan? Mengapa aparat pemerintah dalam APBN nya dapat membiayai dengan anggaran besar kepada bapak-ibu yang duduk di komisi perwakilan rakyat itu untuk terus membuat mereka ‘nyaman’ bekerja yang katanya mewakilkan suara rakyat? Pembiayaannya pun dialokasikan sangat tinggi, tapi jika ada wacana untuk menggratiskan atau setidaknya memfasilitasi sarana prasarana pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, dana yang disediakan sangat sulit atau bahkan dipersulit pendistribusiannya! Para perwakilan dua ratus juta lebih rakyat Indonesia bekerja menemepati ‘kursi’ di DPR begitu nyaman sekali dengan fasilitas rumah beserta isinya yang semuanya sudah menjadi tanggungan pemerintah. Belum lagi gajinya cukup besar, kerja di tempat yang nyaman, dan serasa tidak sebanding dengan kenyamanan yang didapatkan oleh seluruh warga Negara Indonesia hari ini. Padahal jika kita lihat masyarakat kebanyakan, hal ini menjadi pertanyaan, ‘sudah sejauh mana pemerintahan Indonesia (eksekutif, legislative, dan yudikatif) melaksanakan amanah demi kesejahteraan rakyat dan bangsa ini?Parameter apa yang membuat pemerintah merasa berhasil membuat rakyat sejahtera?Adakah?Apakah hanya dari indeks kemiskinan menurun?’ Jadi sepertinya dan memang ada kesenjangan sosial sangat terlihat dan terus berkembang yang akhirnya menjadi budaya. Mengapa bisa demikian? Karena saat ini, setiap orang terlalu berlebihan untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, apalagi orang yang merasa dirinya mampu dan sangat mampu. Bahkan bisa dibayangkan saat masyarakat yang kurang mampu antri berdesak-desakan bahkan sampai ada yang tak sanggup lagi hingga tewas karena ingin bertemu Pak SBY untuk mendapatkan uang Rp 100.000,00. Gaji anggota DPR naik, segala kebutuhan hidup difasilitasi dengan mudahnya tersedia sedangkan kesejahteraan masyarakat masih dipertanyakan dan krisis kepedulian pemerintah itu adalah contoh global menjadi contoh yang sangat tragis dari munculnya virus individualisme. Virus individualisme telah muncul dan menyebar layaknya virus flu burung. Individualisme atau paham (keyakinan) bahwa diri sendiri itu lebih utama dari orang lain (mementingkan diri sendiri ) sedang menyerang rakyat Indonesia dan sayangnya banyak yang tidak menyadari hal itu, pemerintah pun demikian. Contohnya, seperti yang telah disebutkan tadi yaitu gaji dan fasilitas yang sangat memadai di kalangan DPR. Dari pemberitaan dikoran yang say abaca, rupanya menurut pemberitaan dan fakta tersebut disiratkan bahwa anggota DPR sendiri malah sumringah tanpa beban apapun menerima semua itu, padahal seorang anggota DPR sebagai wakil rakyat seharusnya membuka mata lebih jauh, bahwa masih banyak masyarakat yang kekurangan dan terjerat kemiskinan. Sayangnya pula hanya beberapa orang di kalangan DPR yang menyadari hal tersebut dan itu pun tidak bisa berbuat apa-apa akibat ‘politisasi’. Kasus di atas contoh individualisme secara nasional yang secara tidak langsung namun pasti menimbulkan idealisme ini menyebar dikalangan masyarakat sampai kepada pola berpikir dan tingkah lakunya hingga mempengaruhi budaya Indonesia yang dahulu dikenal sebagai warga yang ramah-ramah dan kekeluargaannya sangat tinggi. Dalam kehidupan bermasyarakat dapat diamati sebuah kasus, yaitu jika ada keluarga yang sedang mempunyai banyak makanan di rumahnya dan berlebih, apakah ada kepedulian terhadap tetangga untuk memberi? Nenek saya pernah bercerita tentang kehidupan masa lalunya. Dahulu jika beliau memasak makanan yang cukup banyak, beliau tidak segan untuk membagikan makanannya kepada tetangga di dekat rumahnya, begitu pun tetangganya. Mereka saling membagi- bagi makanannya dan juga tidak ada rasa sombong diantara mereka, apalagi kikir. Rumah-rumah mereka pun terbuka untuk menerima kehadiran tamu/tetangga lain. Keramahan dibarengi kelapangan hati membuat lingkungan masyarakat mereka damai dan tentram. Bisa dibandingkan dengan sekarang. Banyak rumah mewah yang pagarnya tinggi-tinggi yang menjadikan hal itu berefek kepada tumbuhnya adat dan budaya masyarakat yang kurang baik. Karena bayangkan saja, misalnya di lingkungan perumahan mewah, penghuni di perumahan tersebut pastinya sangat sibuk dan sosialisasi dengan tetangganya pun sangat minim, sehingga rasa kebersamaan tidak ada. Jika kesehariannya seperti itu, maka akan terbentuk sifat egois dan sifat itulah yang merupakan akar dari individualisme. Apalagi ketika seorang yang bekerja di perusahaan swasta tinggal diperumahan elite berfondasikan beton dan berlantai tiga, namun banyak warga dibalik tembok rumahnya yang tinggal hanya dengan tembok tanpa cat dan lantai masih beralaskan tanah, dan penghuninya hanya seorang pemulung sampah. Kemudian juga, di perumahan tesebut pastinya tidak ada kerja bakti dan mungkin di lingkungan lainnya pun jarang diadakan. Padahal acara kerja bakti itu berfungsi untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling tolong menolong. Karena, menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas itu sebenarnya dimulai dari lingkungan yang kecil, lingkungan bertetangga salah satunya. Individualisme pun mulai menyerang anak-anak muda terutama di lingkungan sekolah. Salah satunya yaitu pada saat Proses Belajar Mengajar (PBM) berlangsung, persaingan diantara para murid pun sangat terasa. Suka ada murid yang jika ditanya oleh temannya tentang pelajaran yang dirasa sukar, murid itu tidak mau memberi tahu, padahal sebenarnya si murid itu bisa menjawabnya. Mengapa dia begitu? Karena takut temannya itu melebihi dia dan dia takut tersaingi. Nah hal itu memang sering terjadi di lingkungan anak sekolah. Hal tersebut akan memunculkan sifat egois dalam diri, jadi merasa diri bisa melakukannya sendiri. Anak kecil usia sekolah sudah mempunyai pribadi dan citra seperti itu, bagaimana ketika ia tumbuh dewasa? Tentu tidak bisa dibayangkan bagaimana Indonesia 15 tahun yang akan datang. Sebenarnya pemenuhan kebutuhan diri sendiri itu memang perlu dan harus, tetapi berlebihan itu cukup menggerogoti sehingga keegoisan menjalar dalam diri dan lupa tehadap orang lain dan lingkungan di sekitar kita. Karena setiap manusia dimanapun dia berada, tidak dapat memenuhi semua kebutuhannya sendiri. Iya kan? Dari berbagai macam segi kehidupan yang dipaparkan. Individualisme benar-benar sedang menyebar, maka dari itu harus disadari oleh kita semua bahwa jangan sampai hal tersebut menjadi budaya kita, karena ciri orang Indonesia yang sebenarnya yaitu mempunyai sifat ramah tamah dan memiliki solidaritas yang tinggi. Perlunya pemimpin bangsa membawa harapan dan tujuan jelas yang menjadikan semua warga Indonesia sadar dan semakin cinta berbangsa dan menjaga nilai budaya luhur yang telah terbentuk. Rakyat menunggu pemimpin pemersatu yang menjadi contoh karakter bangsa Indonesia yang kuat dan berani seperti Patih Gadjah Mada dahulu, Bung Karno dengan pidatonya yang selalu dirasakan oleh nenek saya sebagai penyemangat untuk bergerak demi kokohnya Indonesia. Dengan begitu, pemuda sangat berperan besar untuk kemajuan Indonesia kedepannya dan sangat diharapkan semangatnya dalam membangun bangsa menjadi bangsa Indonesia yang mempunyai mimpi.Mimpi untuk dicapai dan digenggam! Bersama dengan rakyat, kita buktikan sebagai pemuda sejati menjadi penggerak dan penerus, melangkah bersama dengan berkata dan bukti perbuatan bahwa “Rakyat Indonesia bukan rakyat individualis!” *Ini editan dari tulisan saya waktu SMA yang judulnya Virus Indonesia Menyerang Indonesia. Editan ini baru saya buat malam ini. Bisa kelihatannya ya gaya menulis ketika saat SMA dan saat saya kuliah sekarang. Selamat membaca dan saya harap ada feedback. (Part 3) Journal My Journey Vol.2 : Ekspedisi KarimunjawaFiled under Desni's World by amar_yaa on 29-08-2010Hari Keempat (Sabtu, 10 Juli 2010) (Part 2) Journal My Journey Vol.2 : Ekspedisi KarimunjawaFiled under Desni's World by amar_yaa on 28-08-2010Hari Kedua (Kamis, 8 Juli 2010) (Part 1) Journal My Journey Vol.2 : Ekspedisi KarimunjawaFiled under 1 by amar_yaa on 28-08-2010Hari Pertama (Rabu, 7 Juli 2010) |
|