SUN RISES

The lights on the window is shiny, show my spirit to become a Cheerful Girl.

Silakan Kunjungi My Tumblr

Filed under Desni's World by amar_yaa on 22-02-2011

Ayo silakan kunjungi Tumblr pribadi saya di bocahperiang.tumblr.com atau environmentalistlife.tumblr.com

Terimakasih..

Joo..Aku Mau Cerita!

Filed under Learning by amar_yaa on 05-01-2011

Hhaaha..sudah lama ga panggil blog ini Ajjoo!

Sebenernya blog ini ga punya nama, yang jelas ya tumblr.com. hhaha

Tapi berhubung buku diariku waktu SMP ada gambar-gambar dan tulisannya ‘Ajjoo’, jadi aja panggilan deh.

Hari ini aku ujian Rancangan Percobaan, model-modelnya sih kayak statistika gitu.. Tapi ya itu ngerjainnya caranya puanjang dan hitungannya beuuuuuuuuuuhhh.. walaupun mungkin ga seribet akuntansi tapi tetep aja bagi diriku pusing.. harus tambah ini sama ini tambah lagi dan lagi dan lagi teus dikuadratin ditambah lagi kuadratin terus diakarin. Dan akhirnya diakalin! *engga deng!

Dari ke 4 soal hitungan dan 2 soal essay pendek, ga diisi satu nomor yaitu nomor satu. Udah langsung lewat aja ngeliat kata kunci yang ga familiar sama materi yang udah di scan di otak. :D

Ya, tapi lumayan alhamdulillah merasa bisa dan semoga nilainya juga optimal walaupun ga berharap banyak, biasa aja..Soalnya emang ni mata kuliah yang paling diandalkan untuk jadi waktu ngerjain laporan, bolos, dan ngerjain yang lain. Soalnya pelajaran yang lain pada lebih serius materinyaa. Sedangkan INI?? Bapaknya ngebacain teks di Microsoft Word yang itu sama banget sama yang udah kita kopi dan jadinya beginilaah.

Alhamdulillah kerja kelompok ngerjain soal-soal sama temen-temen kemarin itu menyenangkan.. :D

Terimakasih teman-teman telah mengajarikuu!

Besok-besok masih ada 4 ujian yang dimulai 5 hari lagi, setelah 2 ujian telah kuhadapi hari ini dan kemarin.

Tetap semangat amar! Amar..amar! AmarDesni!

Klasifikasi Tiga Domain: Archaea, Bacteria, Eukarya

Filed under Learning by amar_yaa on 12-12-2010

ARCHAEA
Archaea adalah prokariot yang mempunyai keunikan pada RNA ribosomal. Domain ini tidak mempunyai peptidoglikan dan memiliki lipid yang unik pada membran. Perbedaan tersebut terletak pada ikatan yang menghubungkan antara gliserol dengan asam lemak. Ikatan antara kedua senyawa tersebut pada archaea adalah eter, sedangkan pada bacteria dan eukariota adalah ester. Banyak archaea ditemukan di lingkungan ekstrem, yaitu hidup dalam konsentrasi tinggi pada material metal, temperatur, pH, dan salinitas.
Archaea mempunyai lipid isoprenoid ikatan eter, sedangkan di bacteria dan Eukarya mempunyai lipid asam lemak ikatan ester. Beberapa spesies Archaea mempunyai metabolisme yang cukup mencolok, contohnya Archaea termofilik yang dapat tumbuh dan berkembang secara autotrof dengan oksidasi sulfur pada kondisi aerobik.
Aspek lain adalah adaptasi Archaea terhadap lingkungan yang ekstrem yang telah dijelaskan sebelumnya, contohnya dapat tumbuh pada suhu diatas 95 derajat Celsius.
BACTERIA
Domain Bacteria terdiri dari organisme yang lebih umum dikenal daripada Archaea dan hidup hampir di semua tempat. Kebanyakan adalah dekomposer, beberapa dapat berfotosintesis, dan sedikit yang menyebabkan penyakit. Sebagian Bacteria yang menyebabkan penyakit menghasilkan exotoxin yang berbahaya bagi sel manusia. Ada banyak bentuk dari bakteri, namun secara umum terdapat 3 tipe: cocci, bacilli, spirochete.
Organisme-organisme ini tidak emempunyai membran inti sel dan organel-organel sel. Reproduksi Bacteria dilakukan dengan pembelahan sel. Kromosom sel prokariot adalah single DNA yang kemudian akan bereplikasi kemudian cetakannya akan terbagi kemasing-masing sel baru yang akan memisah lalu terjadi sitokinesis. Selain itu, Bacteria dapat berkonjugasi. Terdapat 5 Phyla Bacteria yaitu Proteobacteria, Cyanobacteria, Gram-Positive Eubacteria, Sppirochetes, dan Chlamydiae.
Sifat lain dari Bacteria adalah memiliki gelembung udara (vesicle gas), polycistronic mRNA, chlorophyl II, nitrogen fixation, dan chemolithotrophy. Dan domain ini mempunyai kesensitifan terhadap chlorampenicol, kanamycin, rifampicin, namun tidak sensitif terhadap anisomycin.
EUKARYA
Penggoloan Eukarya didasarkan pada struktur sel yang eukariot, memiliki membran inti sel dan organel yang kompleks di dalamnya. Terdiri atas organisme yang uniseluler, koloni, multiseluler; pembelahan sel dilakukan melalui proses mitosis dengan macam-macam siklus reproduksi dan kombinasi; tidak mempunyai vesicle gas, polycistronic mRNA, methanogenesis, dan nitrogen fixxation; sensitif terhadap anisomycin, tetapi tidak sensitif terhadap chloramphenicol, kanamycin, dan rifampicin.
Sel Eukaryot pada organisme ini mempunyai kontrol sendiri, sistem tranportasi internal, dan bahkan memiliki ‘self-destruct system’. Klasifikasi Eukaryot yaitu terdiri dari 4 kingdom: protista, fungi, plantae, dan animalia.
Protista sebagaian besar merupakan uniseluler atau multiseluler sederhana. Fungi mempunyai sifat heterotrophic, menyerap nutrien, tubuh terdiri dari hifa yang dihasilkan dari penyerapannya dari makanan atau habitatnya, dinding sel mengandung kitin. Plantae bercirikan multiseluler,
melakukan fotosintesis, memilliki organ reproduksi, dinding selnya tersusun atas selulosa. Animalia merupakan heterotrof multiseluler, memililki diferensiasi jaringan dan organ yang kompleks, kebanyak organisme kingdom ini dapat bergerak oleh kontraksi muscular dan jaringan syaraf mengkoordinasi respon untuk distimulus.

Daftar Pustaka
Russel, P.J. et al. 2008. Biology Volume 2: The Dynamic Science, Volume 2 .Thoms Brooks/Cole.California.
Solomon, E.P. et al. 2008. Biology 8th ed. Thomson Brooks/Cole.California.
Willey, J.M. et al. 2009. Prescott’s Principles of Microbiology. McGraw-Hill. New York.

Asam Nukleat

Filed under Learning by amar_yaa on 09-12-2010

Asam nukleat adalah suatu polimer yang terdiri dari banyak molekul nukleotida. Ada dua macam asam nukleat yaitu RNA dan DNA. Nukleotida RNA dan DNA terdiri dari tiga komponen, yaitu pentosa, gugus fosfat, dan basa nitrogen. Pada RNA pentosanya merupakan ribosa, sedangkan pada DNA adalah deoksiribosa Poedjiadji, 2006).

Fungsi dari DNA merupakan komposisi penyusun gen, berbentuk heliks ganda yang merupakan materi di dalam sel sebagai pembawa sifat pada keturunan, dan berisi instruksi untuk membuat semua protein tubuh. Fungsi RNA adalah berpartisipasi dalam proses pembentukan asam amino menjadi polipeptida. Struktur asam nukleat secara umum telah disebutkan sebelumnya, terdiri dari pentosa, gugus fosfat dan basa nitrogen (Solomon, 2008).

Asam nukleat pertama kali ditemukan tahun 1868 oleh ahli biokimia berkebangsaan Swiss, Friedrich Miescher (1844-1895). Dia menemukan asam nukleat saat mengisolasi sel yang berisi nitrogen dan fosfor pada nanah. Dia berpikir bahwa itu menjadi fosfor -inti kaya protein dan dinamailah Nuclein. (Khanna, 2008) Setelah itu, Albrecht Kossel (ahli biokimia dari Jerman) menemukan protein pada asam nukleat dan mengisolasi dua purin dan tiga pirimidin di tahun 1880.

Kemudian, ahli biokimia dari Amerika Serikat yang belajar dengan Kossel berhasil mengidentifikasi dua karbohidrat penyusun asam nukleat (deoksiribosa thn. 1929 dan ribosa thn.1909). Dan ikatan nukleotida ditemukan oleh Alexander Todd, hh1940an (Khanna, 2008). Pada tahun 1951, James Watson, Francis Crick, dan Maurice Wilkins melakukan penelitian terhadap kromosom dan dapat menemukan bentuk molekul DNA yang sebenarnya. Akhirnya pada tahun 1962, mereka berhasil mendapatkan nobel (Poedjiadji, 2006).

Pada eukariot, asam nukleat deoksiribosa terletak di dalam inti sel yang dilapisi oleh membran inti sedangkan asam nukleat pada sel prokariot tidak dilapisi membran inti, hanya berada di area yang disebut area nuclear atau nucleoid. Asam nukleat ribosa terletak sebagian besar (75%) di ribosom dan selebihnya ada di sitoplasma sel. Manfaat asam nukleat adalah dan menyimpan informasi genetik yang akan diekspresikan, dapat mentranskripsi dan membuat protein-protein yang bermanfaat untuk sistem kerja pada tubuh organisme (solomon, 2008).

Mekasnisme dalam biosintesis protein melibatkan DNA dan RNA yang terdiri dari beberapa proses: transkripsi, translasi, dan replikasi. Transkripsi adalah tahap pertama pemebentukan molekul RNA, sesuai pesan (kode) yang diberikan oleh DNA. Setelah itu, terjadi proses translasi, yaitu molekul RNA menerjemahkan informasi genetika kedalam proses pembentukan protein. Pada tahap ini, asam amino secara berurutan diikat satu dengan yang lainnya oleh rRNA di ribosom sesuai kode yang diberikan dari DNA. Kemudian, DNA mampu membelah diri dan masing-masing rantai polinukleotida yang berpisah dapat membentuk rantai baru yang merupakan pasangannya. Proses tersebut disebut sebagai replikasi DNA (Poedjiadi, 2006).

Panjang pendeknya asam amino terutama mRNA berhubungan dengan panjang pendeknya rantai polipeptida yang akan disusun. Urutan asam amino yang menyusun rantai polipeptida itu sesuai dengan urutan kodon yang terdapat di dalam molekul mRNA yang bersangkutan. Proses isolasi asam nukleat dapat dilakukan dengan menggunakan larutan garan 1M untuk mengekstraksi nukleoprotein.

Kemudian, pemisahan protein dan asam nukleat dapat diurai dengan menambah asam lemah atau alkali secra perlahan sehingga menjadi jenuh. Setelah terpisah dari protein yang mengikatnya, asam nukleat dapat diendapkan dengan menambahkan Alkohol secara perlahan , lalu NaCl ditambahkan untuk mengendapkan protein. Proses Isolasi DNA terjadi secara fisik dan kimia.

Ekstraksi fisik adalah pemecahan sel dan jaringan dapat menggunakan freeze thawing, homogenasi, atau penggerusan dalam nitrogen cair. Ekstraksi selanjutnya adalah secara kimiawi dengan melakukan pemisahan asam nukleat dari komponen penyusun sel lainnya menggunakan reagen yang mengandung detergen, penambahan NaCl, fenol, dan EDTA. Selanjutnya, penambahan ethanol dingin dilakukan untuk mengisolasi asam nukleat. Dan hasilnya akan terdapat benang DNA yang berwarna putih.

Mempelajari Sistematika Tumbuhan

Filed under 1 by amar_yaa on 27-10-2010

Lagi belajar ST, rasanya baca gak masuk, internet manggil2 untuk facebookan, duduk di kasur pengennya tidur. Ampun deh!

Ya sudah, akhirnya saya mencoba menulis sambil menghapal si ST di blog ini.

Okey. Let start!

Dasar-dasar sistematika tumbuhan

dasar-dasar sistematika tumbuhan adalah pengenalan tumbuhan (identifikasi), Penggolongan dalam suatu sistem sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan (klasifikasi), penamaan tumbuhan tersebut (tata nama), dan kekerabatan di antara organisme tersebut.

sistematika tumbuhan adalah studi ilmiah mengenai jenis-jenis dan keanekaragaman organisme dan tentang setiap atau seluruh hubungan kekerabatan diantara mereka.

and the point is sistematika adalah ilmu yang memeplajari tentang keanekaragaman tumbuhan dan kekerabatan diantaranya. :D

Hal-hal yang mendorong keanekaragaman adalah faktor genetik (faktor dalam), dan faktor luar.

Hubungan sistematik dengan ilmu lain: morfologi, anatomi, fisiologi, palinologi, embriologi, fitogegrafi, ekologi, paleobotani.

(haduh ngerasa lapar nih ditengah menulis tulisan2 ini..)

Asas-asas taksonomi tumbuhan

Asas-asas ini meliputi klasifikasi->keseragaman sifat-> takson->kategoi. Sejarah perkembangan sistem klasifikasi terdapat empat periode (sistem habitus 4SM-abad17, sistem numerik abad 18, Sistem alam abad 18-tengahabad19, sistem filogenetik 19-skrg).

Sistem klasifikasi ada 4 (buatan, alam, filogeni, kontemporer)

Kategori itu suatu tingkatan dalam mengelompokkan suatu hal,  sedangkan takson itu adalah anggota dari yang dikelompokkan.

Karakter dalam taksonomi adalah sifat dan ciri, langsungpada contoh: sifat adalah

Alga

Lumut

Paku

Spermatofita

Konsep2 kategori 4 takson

Klasifikasi tumbuhan kontemporer

Perkembangan sistem klasifikasi

Identifikasi tumbuhan

Tulisan Jaman SMA: Virus Individualisme Menyerang Indonesia

Filed under My Mind's Traveling, My soul by amar_yaa on 20-09-2010

Mengapa akhir-akhir ini dan bahkan mungkin setiap tahun ada saja pembahasan kenaikan gaji para petinggi pemerintah? Contohnya ya… kenaikan gaji perwakilan kita di DPR sana. Saya gak ngerti deh! Sebagai anak sekolahan, saya pun heran mengapa aparat pemerintah kalau membiayai bapak-bapak yang duduk di komisi-komisi yang gak jelas itu mampu dan pembiayaannya pun dengan harga yang sangat tinggi, tapi kalau menggratiskan atau ya… minimal menyubsidi (memfasilitasi) sarana prasarana pendidikan gitu aja susah!

Para perwakilan kita di DPR begitu nyaman sekali dengan fasilitas rumah beserta isinya yang semuanya sudah menjadi tanggungan pemerintah. Belum lagi gajinya besar, kerja di tempat yang nyaman, dan banyak lagi lah yang rasanya sangat-sangat tidak memikirkan masyarakat yang membuatnya seperti itu. Padahal jika kita lihat masyarakat kebanyakan, kesejahteraannya masih dipertanyakan dan harus terus diperjuangkan.

Jadi sepertinya dan memang ada kesenjangan sosial yang muncul dan terus berkembang yang akhirnya menjadi budaya. Mengapa bisa demikian? Karena saat ini, setiap orang terlalu berlebihan untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, apalagi orang yang merasa dirinya mampu dan sangat mampu. Gaji anggota DPR yang terus naik sedangkan kesejahteraan masyarakat masih dipertanyakan dan krisis kepedulian pemerintah itu adalah contoh global (umum)yang merupakan ciri-ciri munculnya virus individualisme.

Menurut saya, virus individualisme telah muncul dan menyebar layaknya virus flu burung. Individualisme atau paham (keyakinan) bahwa diri sendiri itu lebih utama dari orang lain (mementingkan diri sendiri ) sedang menyerang rakyat Indonesia dan sayangnya banyak yang tidak menyadari hal itu. Contohnya…ya seperti itu tadi salah satunya adanya kenaikan gaji di kalangan DPR. Saya lumayan sering membaca koran dan rupanya di media massa pun disiratkan bahwa anggota DPR sendiri malah sumringah tanpa beban apapun menerima gaji itu padahal seorang anggota DPR sebagai wakil rakyat seharusnya menyadari bahwa masih banyak masyarakat yang kekurangan dan terjerat kemiskinan.

Sayangnya pula hanya beberapa orang di kalangan DPR yang menyadari hal tersebut dan itu pun tidak bisa berbuat apa-apa. Kasus di atas hanya contoh individualisme secara nasional dan sebenarnya banyak kasus lain yang apabila dianalisis terdapat data dan fakta adanya paham individualisme di Indonesia saat ini. Dalam kehidupan bermasyarakat kita coba ambil satu kasus, yaitu jika ada keluarga yang sedang mempunyai banyak makanan di rumahnya dan berlebih, apakah ada kepedulian terhadap tetangga? Nenek saya pernah bercerita tentang kehidupan masa lalunya.

Dahulu jika beliau memasak makanan yang cukup banyak, beliau tidak segan untuk membagikan makanannya kepada tetangga di dekat rumahnya, begitu pun tetangganya. Mereka saling membagi- bagi makanannya dan juga tidak ada rasa sombong diantara mereka, apalagi pelit-pelitan. Rumah-rumah mereka pun terbuka untuk menerima kehadiran tamu/tetangga lain. Keramahan dibarengi kelapangan hati membuat lingkungan masyarakat mereka damai dan tentram.

Bisa dibandingkan dengan sekarang. Banyak rumah mewah yang pagarnya tinggi-tinggi yang menjadikan hal itu berefek kepada tumbuhnya adat dan budaya masyarakat yang kurang baik. Karena bayangkan saja, misalnya di lingkungan perumahan mewah, penghuni di perumahan tersebut pastinya sangat sibuk dan sosialisasi dengan tetangganya pun sangat minim, sehingga rasa kebersamaan tidak ada. Jika kesehariannya seperti itu, maka akan terbentuk sifat egois dan sifat itulah yang merupakan akar dari individualisme.

Kemudian juga, di perumahan tesebut pastinya tidak ada kerja bakti dan mungkin di lingkungan lainnya pun jarang diadakan. Padahal acara kerja bakti itu berfungsi untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling tolong menolong. Karena, menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas itu sebenarnya dimulai dari lingkungan yang kecil, lingkungan bertetangga salah satunya.

Individualisme pun mulai menyerang anak-anak muda terutama di lingkungan sekolah. Salah satunya yaitu pada saat Proses Belajar Mengajar (PBM) berlangsung, persaingan diantara para murid pun sangat terasa. Suka ada murid yang jika ditanya oleh temannya tentang pelajaran yang dirasa sukar, murid itu tidak mau memberi tahu, padahal sebenarnya si murid itu bisa menjawabnya. Mengapa dia begitu? Karena takut temannya itu melebihi dia dan dia takut tersaingi. Nah hal itu memang sering terjadi di lingkungan anak sekolah. Dan menurut saya, hal tersebut akan memunculkan sifat egois dalam diri, jadi merasa diri bisa melakukannya sendiri. Padahalkan tidak seperti itu.

Dalam hal itu, sebenarnya pemenuhan kebutuhan diri sendiri itu memang perlu dan harus, tetapi jangan sampai terlalu berlebih sehingga keegoisan menjalar dalam diri dan lupa tehadap orang lain dan lingkungan di sekitar kita. Karena setiap manusia dimanapun dia berada, tidak dapat memenuhi semua kebutuhannya sendiri. Iya kan? Yap!

Dari berbagai macam segi kehidupan yang dipaparkan. Individualisme benar-benar sedang menyebar, maka dari itu harus disadari oleh kita semua bahwa jangan sampai hal tersebut menjadi budaya kita, karena ciri orang Indonesia yang sebenarnya yaitu mempunyai sifat ramah tamah dan memiliki solidaritas yang tinggi. Dan berarti masyarakat Indonesia termasuk kita semua harus berupaya keras agar ciri kita sebagai warga Indonesia tidak menghilang begitu saja.

Dan sebaiknya jangan buat rumah superbesar yang pagarnya tinggi-tinggi!

Tulisan Jaman Kuliah: Negara Indonesia, Negara Individualis?

Filed under My Mind's Traveling, My soul by amar_yaa on 20-09-2010

Mengapa akhir-akhir ini dan bahkan setiap tahun ada saja pembahasan kenaikan gaji para petinggi pemerintah? Atau diadakannya pembangunan gedung-gedung pemerintahan yang belum terlihat bahkan tidak ada jejak akan roboh atau runtuh seperti bangunan sekolah dasar di pedesaan? Mengapa aparat pemerintah dalam APBN nya dapat membiayai dengan anggaran besar kepada bapak-ibu yang duduk di komisi perwakilan rakyat itu untuk terus membuat mereka ‘nyaman’ bekerja yang katanya mewakilkan suara rakyat?

Pembiayaannya pun dialokasikan sangat tinggi, tapi jika ada wacana untuk menggratiskan atau setidaknya memfasilitasi sarana prasarana pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, dana yang disediakan sangat sulit atau bahkan dipersulit pendistribusiannya!

Para perwakilan dua ratus juta lebih rakyat Indonesia bekerja menemepati ‘kursi’ di DPR begitu nyaman sekali dengan fasilitas rumah beserta isinya yang semuanya sudah menjadi tanggungan pemerintah. Belum lagi gajinya cukup besar, kerja di tempat yang nyaman, dan serasa tidak sebanding dengan kenyamanan yang didapatkan oleh seluruh warga Negara Indonesia hari ini. Padahal jika kita lihat masyarakat kebanyakan, hal ini menjadi pertanyaan, ‘sudah sejauh mana pemerintahan Indonesia (eksekutif, legislative, dan yudikatif) melaksanakan amanah demi kesejahteraan rakyat dan bangsa ini?Parameter apa yang membuat pemerintah merasa berhasil membuat rakyat sejahtera?Adakah?Apakah hanya dari indeks kemiskinan menurun?’

Jadi sepertinya dan memang ada kesenjangan sosial sangat terlihat dan terus berkembang yang akhirnya menjadi budaya. Mengapa bisa demikian? Karena saat ini, setiap orang terlalu berlebihan untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, apalagi orang yang merasa dirinya mampu dan sangat mampu. Bahkan bisa dibayangkan saat masyarakat yang kurang mampu antri berdesak-desakan bahkan sampai ada yang tak sanggup lagi hingga tewas karena ingin bertemu Pak SBY untuk mendapatkan uang Rp 100.000,00.

Gaji anggota DPR naik, segala kebutuhan hidup difasilitasi dengan mudahnya tersedia sedangkan kesejahteraan masyarakat masih dipertanyakan dan krisis kepedulian pemerintah itu adalah contoh global menjadi contoh yang sangat tragis dari munculnya virus individualisme. Virus individualisme telah muncul dan menyebar layaknya virus flu burung. Individualisme atau paham (keyakinan) bahwa diri sendiri itu lebih utama dari orang lain (mementingkan diri sendiri ) sedang menyerang rakyat Indonesia dan sayangnya banyak yang tidak menyadari hal itu, pemerintah pun demikian. Contohnya, seperti yang telah disebutkan tadi yaitu gaji dan fasilitas yang sangat memadai di kalangan DPR.

Dari pemberitaan dikoran yang say abaca, rupanya menurut pemberitaan dan fakta tersebut disiratkan bahwa anggota DPR sendiri malah sumringah tanpa beban apapun menerima semua itu, padahal seorang anggota DPR sebagai wakil rakyat seharusnya membuka mata lebih jauh, bahwa masih banyak masyarakat yang kekurangan dan terjerat kemiskinan. Sayangnya pula hanya beberapa orang di kalangan DPR yang menyadari hal tersebut dan itu pun tidak bisa berbuat apa-apa akibat ‘politisasi’. Kasus di atas contoh individualisme secara nasional yang secara tidak langsung namun pasti menimbulkan idealisme ini menyebar dikalangan masyarakat sampai kepada pola berpikir dan tingkah lakunya hingga mempengaruhi budaya Indonesia yang dahulu dikenal sebagai warga yang ramah-ramah dan kekeluargaannya sangat tinggi.

Dalam kehidupan bermasyarakat dapat diamati sebuah kasus, yaitu jika ada keluarga yang sedang mempunyai banyak makanan di rumahnya dan berlebih, apakah ada kepedulian terhadap tetangga untuk memberi? Nenek saya pernah bercerita tentang kehidupan masa lalunya. Dahulu jika beliau memasak makanan yang cukup banyak, beliau tidak segan untuk membagikan makanannya kepada tetangga di dekat rumahnya, begitu pun tetangganya. Mereka saling membagi- bagi makanannya dan juga tidak ada rasa sombong diantara mereka, apalagi kikir. Rumah-rumah mereka pun terbuka untuk menerima kehadiran tamu/tetangga lain. Keramahan dibarengi kelapangan hati membuat lingkungan masyarakat mereka damai dan tentram.

Bisa dibandingkan dengan sekarang. Banyak rumah mewah yang pagarnya tinggi-tinggi yang menjadikan hal itu berefek kepada tumbuhnya adat dan budaya masyarakat yang kurang baik. Karena bayangkan saja, misalnya di lingkungan perumahan mewah, penghuni di perumahan tersebut pastinya sangat sibuk dan sosialisasi dengan tetangganya pun sangat minim, sehingga rasa kebersamaan tidak ada. Jika kesehariannya seperti itu, maka akan terbentuk sifat egois dan sifat itulah yang merupakan akar dari individualisme. Apalagi ketika seorang yang bekerja di perusahaan swasta tinggal diperumahan elite berfondasikan beton dan berlantai tiga, namun banyak warga dibalik tembok rumahnya yang tinggal hanya dengan tembok tanpa cat dan lantai masih beralaskan tanah, dan penghuninya hanya seorang pemulung sampah.

Kemudian juga, di perumahan tesebut pastinya tidak ada kerja bakti dan mungkin di lingkungan lainnya pun jarang diadakan. Padahal acara kerja bakti itu berfungsi untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling tolong menolong. Karena, menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas itu sebenarnya dimulai dari lingkungan yang kecil, lingkungan bertetangga salah satunya. Individualisme pun mulai menyerang anak-anak muda terutama di lingkungan sekolah. Salah satunya yaitu pada saat Proses Belajar Mengajar (PBM) berlangsung, persaingan diantara para murid pun sangat terasa. Suka ada murid yang jika ditanya oleh temannya tentang pelajaran yang dirasa sukar, murid itu tidak mau memberi tahu, padahal sebenarnya si murid itu bisa menjawabnya. Mengapa dia begitu? Karena takut temannya itu melebihi dia dan dia takut tersaingi. Nah hal itu memang sering terjadi di lingkungan anak sekolah. Hal tersebut akan memunculkan sifat egois dalam diri, jadi merasa diri bisa melakukannya sendiri. Anak kecil usia sekolah sudah mempunyai pribadi dan citra seperti itu, bagaimana ketika ia tumbuh dewasa? Tentu tidak bisa dibayangkan bagaimana Indonesia 15 tahun yang akan datang.

Sebenarnya pemenuhan kebutuhan diri sendiri itu memang perlu dan harus, tetapi berlebihan itu cukup menggerogoti sehingga keegoisan menjalar dalam diri dan lupa tehadap orang lain dan lingkungan di sekitar kita. Karena setiap manusia dimanapun dia berada, tidak dapat memenuhi semua kebutuhannya sendiri. Iya kan? Dari berbagai macam segi kehidupan yang dipaparkan. Individualisme benar-benar sedang menyebar, maka dari itu harus disadari oleh kita semua bahwa jangan sampai hal tersebut menjadi budaya kita, karena ciri orang Indonesia yang sebenarnya yaitu mempunyai sifat ramah tamah dan memiliki solidaritas yang tinggi.

Perlunya pemimpin bangsa membawa harapan dan tujuan jelas yang menjadikan semua warga Indonesia sadar dan semakin cinta berbangsa dan menjaga nilai budaya luhur yang telah terbentuk. Rakyat menunggu pemimpin pemersatu yang menjadi contoh karakter bangsa Indonesia yang kuat dan berani seperti Patih Gadjah Mada dahulu, Bung Karno dengan pidatonya yang selalu dirasakan oleh nenek saya sebagai penyemangat untuk bergerak demi kokohnya Indonesia. Dengan begitu, pemuda sangat berperan besar untuk kemajuan Indonesia kedepannya dan sangat diharapkan semangatnya dalam membangun bangsa menjadi bangsa Indonesia yang mempunyai mimpi.Mimpi untuk dicapai dan digenggam!

Bersama dengan rakyat, kita buktikan sebagai pemuda sejati menjadi penggerak dan penerus, melangkah bersama dengan berkata dan bukti perbuatan bahwa “Rakyat Indonesia bukan rakyat individualis!”

*Ini editan dari tulisan saya waktu SMA yang judulnya Virus Indonesia Menyerang Indonesia. Editan ini baru saya buat malam ini.

Bisa kelihatannya ya gaya menulis ketika saat SMA dan saat saya kuliah sekarang. :D

Selamat membaca dan saya harap ada feedback.

(Part 3) Journal My Journey Vol.2 : Ekspedisi Karimunjawa

Filed under Desni's World by amar_yaa on 29-08-2010

Hari Keempat (Sabtu, 10 Juli 2010)
Good morning! Hari keempat tiba! Subuh-subuh kami selalu sudah bangun untuk melaksanakan Sholat Subuh. Dan kami langsung bersiap mengecek semua peralatan untuk sampling.
Sekedar info, selama di Karimunjawa kita mandi cuma sekali sehari. Bukannya kami jorok, tapi kami harus menghemat air yang keluar cuma malem hari karena bukan berasal dari sumur, tapi suplai dari Pulau Jawa.
Persiapan sudah selesai, kami beranggotakan 20 orang pergi naik kapal nelayan untuk bersampling ria. Peralatan sampling yang kita bawa diantaranya: plastik sampling, clipboard, kertas millimeter blok bermika, kamera, dan tidak lupa alat snorkeling.
Sesampainya disana, kami langsung ke lokasi TKP yang sudah ditentukan pada saat observasi hari kedua dan langsung saja setiap tim saling bekerja sama dan beraksi.
Tim algae featuring tim moluska dan tim echinodermata sampling di titik yang sama dengan menggunakan metode Quadrat Plot 5 kali pengulangan. Pokoknya disana kami ngeruk-ngeruk pasir gitu deh, terus liat-liat dan ngitung-ngitung ada berapa banyak organisme disana.Sedangkan tim mangrove mengelilingi Pulau Menjangan Kecil untuk membuat profil hutan pulau tersebut. Dan tidak kalah asyiknya, tim pisces dan coral sampling di tengah laut dengan menggunakan kapal nelayan. Tidak lupa juga tim crustacea pantang menyerah mencari dan mengejar kepiting dan udang-udang yang pada sembunyi di balik pasir.
Ketika malam hari, kami mengidentifikasi, meneliti, dan mengevaluasi penelitian kami.
Ternyata banyak hal-hal yang menakjubkan yang baru kami lihat disana. Pemandangannya pun sangat indah!Makin tersadar dan berkobar semangat mendalami kekayaan laut Indonesia yang tak tergantikan kemegahannya.
~~~
Hari Kelima
Yihaa!Hari kelima kami meneruskan penelitian. Dari hasil evaluasi dan diskusi malam sebelumnya, kami mengubah metode penelitian yaitu dengan metode jelajah. Karena, kami melihat di lapangan ternyata keanekaragaman spesies-spesies dari golongan moluska, echinodermata, dan algae tidak terlalu terlihat dengan menggunakan metode sebelumnya. Sehingga kami jelajahi setengah Pulau Menjangan Kecil, menguak-nguak pasir, dan mengamati lebih seksama kalau-kalau ada spesies yang kami belum temukan hari sebelumnya.
Setelah kami menjelajahi pantai, kami bisa menemukan beberapa spesies, diantaranya Lambis sp., Balanus sp., lamun, Padina sp., Sand Dollar, dan masih banyak lagi. Kami juga tidak sengaja menemukan pari kecil dan ubur-ubur di daerah perairan pasang-surut pantai tersebut, jadi mesti hati-hati nih.
Hati-hati juga dengan makhluk yang bernama local bulu babi. Soalnya disana banyak banget bulu babi! Duri-durinya itu loh yang bisa menimbulkan sensai sakit yang ‘lumayan’! Duri bulu babi itu ada yang beracun ada yang tidak. Tapi apabila tertusuk duri, pertolongan pertama adalah dialiri alcohol atau air kencing. Nah! Ternyata ada dua orang korban di hari keempat dan kelima yang harus mengalami pertolongan pertama ‘dikencingin’ oleh urin kakak-kakak yang dituakan (dibotolin dulu lah urinnya, baru disiram ke lukanya!). Dan korbannya adalah Amar dan Frehni. Tapi alhamdulillah sakit mereka tidak berlanjut.
Di sore hari setelah selesai sampling, kami akhirnya punya waktu untuk ikut tim coral dan tim pisces untuk melihat kemaha dahsyatan indahnya coral, si terumbu karang. Keren banget! Kami melihat hamparan coral seperti yang suka ada di tipi-tipi terutama Discovery Channel. Dan ikan-ikannya pun saling bersliweran di dalam laut. Yeah! Kami semua mendapat giliran untuk melihat keindahan bawah laut dengan menggunakan snorkler! Thanks God!
~~~
Hari Keenam (11 Juli 2010)
Hari ini kami menyudahi acara penelitian dan dilanjutkan dengan acara penanaman tunas dari hutan MANGROVE! Yeah, selain penelitian, kami juga mencoba lebih peduli terhadap lingkungan pesisir. Seperti yang kita ketahui bagaimana pentingnya mangrove sebagai penahan abrasi dan pelindung habitat, maka ditanamlah tunas pohon bakau yang disebut propagul.
Sebelum kami menanam propagul-propagul itu dilahan kritis, kami mengambil propagul terlebih dulu di tempat konservasi hutan mangrove. Dan akhirnya kami bisa mengumpulkan 420an propagul!Horray!Alhamdulillah! Kami mengambil propagul itu dengan cara langsung nyemplung di lahan hutan mangrove, kami diajari juga nama-nama ilmiah pohon-pohon bakau terus sempat juga melihat budidaya rumput laut.
Setelah propagul terkumpul banyak, kami menuju ke tempat lahan kritis sambil melalui tempat-tempat yang menarik tempat pengeringan tumput laut. Sebelumnya, kami mengunjungi rumah adat irang bermigrasi ke pulau ini.
Letak lahan kritis yang akan ditanam adalah di P. Kemujan. Tahu engga? Ternyata jarak antara P.Karimunjawa dan P.Kemujan kurang dari 20 meter, jadi dapat disambungkan dengan jembatan.
Sampailah kami di lahan kritis itu dan menanam propagul tersebut. Semoga propagul-propagul itu bisa tumbuh dengan baik dan berkembang agar pulau itu menjadi lebih lestari.
Oh iya!Kelupaan ada yang kelewat! Sekedar info, kita pergi mengelilingi Pulau Karimunjawa dan Pulau Kemujan bersama petugas patroli dengan menggunakan mobil patroli Taman Nasional Karimunjawa. Alhamdulillah, petugasnya baik sekali.
Sore harinya kami beli beberapa oleh-oleh. Lalu malam harinya kami beres-beres bersiap pulang besoknya, lalu kami berkumpul dan saling tukar pikiran. Ada juga yang tidur karena kecapean. Waw, the Great day!
~~~
Hari Ketujuh (12 Juli 2010)
Alhamdulillah!Saatnya pulaang!Kami kembali naik kapal Feri dan memulai perjalanan pukul 8 hingga akhirnya sampai Jepara 6 jam kemudian.
Saat di kapal Feri, Kak Wisnu mengobrol dengan dua orang Jerman dan kebetulan dia bisa berbahasa Jerman karena pernah tinggal disana.
Dan alhasil, ternyata orang Jerman itu membutuhkan tebengan ke Semarang. Kebetulan juga bis kami pulang melewati Semarang. Akhirnya, mereka ikut dengan naik bis rombongan kami. Didalam bis, kami ngobrol-ngobrol, bercanda, dan tukar pikiran tentang kebudayaan dan isu-isu global. Nice moment!
Setelah melakukan perjalanan darat dari pukul 3 sore, kami sampai dengan ceria di Fakultas Biologi UGM pukul 10 malam.
Itulah perjalanan kami dalam Ekspedisi Karimunjawa. Semoga menjadi tekad dan semangat untuk terus memperdalam dan memberdayakan laut Indonesia dan seisinya dengan optimal!
Kami harap kedepannya kita bisa melakukan ekspedisi-ekspedisi lain ke seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke! Aamiin!
JALES VIVA, JAYA KSK!

(Part 2) Journal My Journey Vol.2 : Ekspedisi Karimunjawa

Filed under Desni's World by amar_yaa on 28-08-2010

Hari Kedua (Kamis, 8 Juli 2010)
Yeah, the second day! Inilah saatnya untuk observasi langsung Pulau Menjangan Kecil. Sebelumnya, kami sudah membentuk tim berdasarkan ranah penelitian: tim algae+lamun, tim crustaceae, tim pisces, tim echinodermata, tim moluska, tim coral, dan tim mangrove. Semua tim itu bersiap dan beradaptasi bagaimana melakukan penelitian di lapangan. Akhirnya, kami dibagi menjadi dua tim. Tim pertama dari tim algae akan ‘stay tune’ untuk tetap di P. Karimunjawa dan akan mengunjungi arboretum lamun, serta meneliti tentang algae didaerah tersebut. Sedangkan tim yang lain pergi menggunakan kapal ne;ayan untuk menyebrang menuju P. Menjangan Kecil yang dapat ditempuh sekitar 15 menit.
Kami sangat tidak menyangka dapat melihat suasana kepulauan yang sungguh menakjubkan. Kami jadi makin tersadar bahwa laut dan kelautan Indonesia mempunyai potensi yang luar biasa dan terus harus digali.
Kami ke P. Menjangan Kecil sudah cukup siang, sekitar pukul 10. Disana kami melihat-lihat keadaan lingkungannya terlbih dahulu, memplotkan mana daerah yang akan dijadikan tempat pengambilan sampel untuk diteliti keanekaragaman biota dan kemelimpahannya. Sempat juga kami berenang dan snorkeling disana.
Setelah pukul 4 sore, kami kembali pulang dan makan dari catering/tempat makan satu-satunya di pulau ini, warung makan Bu Ester.
Di malam hari setelah sholat isya dan semuanya sudah mandi, kami berdiskusi untuk rencana penelitian keesokan harinya. Tapi berdasarkan kesepakatan, di hari ketiga yang kebetulan hari Jumat juga dan ada jeda sholat Jumat, jadi kami akan melakukan jalan-jalan yaitu kunjungan ke penangkaran ikan hiu, ikan kerapu, dan teripang. Lalu hari keempat dan kelimanya baru kami akan melakukan penelitian.
~~~
Hari Ketiga (Jumat, 9 Juli 2010)
Taraaamm! Hari ketiga, hari yang menyenangkan! Hari ketiga saat kami di Pulau Karimunjawa itu kebetulan hari Jumat. Daaaann, karena takut penelitiannya tidak efektif karena waktunya terpotong, akhirnya kami memutuskan untuk melakukan penelitian di hari keempat dan kelima. Jadi hari ketiga ini kami akan bermain setelah sholat Jumat.
Tentu bukan sembarang bermain, tapi kami mengunjungi pengankaran hiu, ikan kerapu, dan teripang.
Penangkaran hiu, letaknya tidak jauh dari pulau utama, tepatnya di dekat Pulau Menjangan Besar. Disana, kami melihat banyak banget ikan hiu bertebaran! Ada dua kolam utama (di tengah laut), masing-masing kolam penangkaran itu terdapat 5-10 ikan hiu, termasuk hiu putih. Selain hiu, kolam itu ditempati juga oleh penyu, bintang laut, terus ada ikan buntal juga! Dan tahukah kalian? Kami akhirnya bisa berenang bersama hiu dan kawan-kawannya.Sempet takut juga, tapi ternyata bisa juga nyemplung dan bermain-main bareng hiu yg udah jinak dan makhluk-makhluk laut lainnya. Heboh deh pokoknya! Apalagi kakak-kakak yang laki-laki!Lucuu!
Setelah itu, kami naik kapal lagi dengan baju berbasah-basah ke tempat penangkaran ikan kerapu. Awalnya kita tidak diperbolehkan masuk, tapi setelah kak Cahya bernegosiasi dengan yang punyanya, akhirnya kita diperbolehkan melihat-lihat keramba-keramba di tengah laut. Eh..eh..Disana kami tidak boleh berisik, soalnya supaya ikannya tidak stress. Ada dua ikan kerapu yang ditangkarkan, yaitu ikan kerapu macan dan ikan kerapu tikus (menurut Kak Cahya dari bapak yang punyanya).
Usai puas melihat kerapu, next destination is penangkaran teripang! Teripangnya lucu, lunak gimanaa gitu. Ada juga yang panjang banget, tapi diangkat ke atas permukaan, teripangnya menyusut. Terus, Kak Wisnu sampai menanggalkan kaosnya ngejar-ngejar kepiting disana.
Yeah, perjalanan kami hari itu sungguh menyenangkan. Akhirnya kami pulang untuk persiapan penelitian yang sebenarnya keesokan harinya.

(Part 1) Journal My Journey Vol.2 : Ekspedisi Karimunjawa

Filed under 1 by amar_yaa on 28-08-2010

Hari Pertama (Rabu, 7 Juli 2010)
Assalamualaikum!Halo-halo apa kabar semuanya? Hari pertama kami di Kepulauan Karimunjawa sungguh jadi hal yang berkesan. Kami sampai di kepulauan yang masih termasuk kawasan Jawa Tengah di tengah Laut Jawa sekitar pukul 3 sore. Sebelum itu kami telah melakukan perjalanan darat dari Jogja-Jepara selama 10 jam. Lalu dilanjutkan dengan perjalanan laut menggunakan kapal Feri selama 6 jam! Akhirnya kami sampai dan disambut dengan adanya tugu bertuliskan ‘Selamat datang di Karimunjawa’.
Perlu diketahui, daerah kepulauan Karimunjawa itu memiliki lebih dari 20 pulau dengan pulau terbesar yang menjadi pusat aktifitas masyarakat adalah Pulau Karimunjawa. Dan kami akan melakukan penelitian di Pulau Menjangan Kecil.
Lanjut pada perjalanan hari pertama! Setelah kami sampai, kami berkumpul di gedung informasi menunggu kepastian dimana kami akan menginap. Setelah sang ketua, Kak Ibnu, dan yang diketuakan berdiskusi dengan petugas setempat, kita bisa ke gedung serbaguna yang bias kita jadikan mess penginapan hanya beralaskan lantai dan terpal dipadu dengan sleeping bag. Walaupun begitu, kami menikmatinya. Dan let’s go! Kami menuju kesana dengan berjalan kaki, karena lokasinya cukup dekat dengan tempat kapal Feri berhenti.
Lalu, kami bebenah, merapikan barang-barang kami, sholat, dan istirahat sejenak. Pada malam hari, petugas-petugas Taman Nasional Karimunjawa dating ke tempat kami menginap untuk berdiskusi mengenai segala sesuatunya tentang kepulauan Karimunjawa dan peraturan-peraturan yang berlaku.
Oh iya, kami pun berdiskusi dan konsultasi mengenai metode-metode penelitian yang akan dilakukan di Karimunjawa.
That’s the exciting First Day!

Subscribe to RSS Feed Rss